Kuliah Umum Bioteknologi
Kegiatan kuliah umum ini bertemakan “Aplikasi Bioteknologi untuk Lingkungan dan Pertanian” yang memberikan wawasan mengenai pendekatan bioteknologi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Pada tahap persiapan, panitia telah menghubungi pemateri dan moderator terlebih dahulu secara lisan dan secara formal melalui surat permohonan menjadi pemateri dan moderator. Setelah dipastikan, panitia mempersiapkan beberapa kebutuhan pelaksanaan kegiatan, meliputi persiapan ruangan, zoom meeting room, sertifikat, konsumsi, virtual backdrop, dan lain-lain.
Pada tahap pelaksanaan, 19 Oktober 2023 di Ruang Teatrikal Fakultas, kegiatan ini dibuka oleh ketua Program Studi Kimia, Dr. Imelda Fajriati, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan “Program Studi Kimia sebagai lembaga pendidikan tinggi bidang kimia selalu mengikuti perkembangan keilmuan sehingga mahasiswa diharapkan bisa lebih adaptif dalam menyelesaikan permasalahan termasuk lingkungan dan pertanian.”
Pada sesi materi pertama, Bapak Jaka menyampaikan materi terkait aplikasi mikoriza pada tanaman. Aplikasi merupakan salah satu upaya untuk mengatasi terhambatnya pertumbuhan karena cekaman kekeringan. Mikoriza merupakan bentuk simbiosis mutualisme antara jamur dan sistem akar tanaman tingkat tinggi. Prinsip kerja mikoriza adalah menginfeksi sistem perakaran tanaman inang, memproduksi jalinan hifa secara intensif sehingga tanaman yang mengandung mikoriza tersebut akan mampu meningkatkan kapasitas dalam penyerapan hara. Beliau telah mengaplikasikan mikoriza untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman kedelai. Kedelai di Indonesia ditanam di sawah dan tegalan (lahan kering). Kedua jenis lahan ini berpotensi mengalami keterbatasan air. Terjadinya keterbatasan air di sawah dapat disebabkan oleh rendahnya curah hujan terutama pada awal musim kemarau dan akhir musim hujan. Cekaman kekeringan pada lahan kering disebabkan oleh kadar lengas tanah yang rendah.
Bapak Jaka juga menyampaikan terkait kemajuan terkini dalam alat rekayasa genom, alat meta-omik, alat komputasi, dan genomik fungsional seluruh genom yang dapat meningkatkan kemampuan kita dalam merekayasa mikroba untuk biokontrol, biofertilisasi, dan biostimulasi, serta meningkatkan produktivitas dan hasil tanaman. Berbagai perangkat dapat memfasilitasi evaluasi mikroba hasil rekayasa genetika sebelum penelitian lapangan. Selain aplikasi bioteknologi dalam pertanian, beliau juga memaparkan materi terkait bioremidiasi. Bioremediasi adalah teknik pembersihan efektif untuk menghilangkan limbah beracun dari lingkungan tercemar yang kini semakin populer. Berbagai mikroorganisme, termasuk aerob dan anaerob, digunakan dalam bioremediasi untuk menangani lokasi yang terkontaminasi.
Pada sesi materi kedua, Bapak Bambang menyampaikan materi terkait hilirisasi produk pertanian atau perkebunan menggunakan pendekatan bioteknologi. Hilirisasi pertanian merupakan pengolahan hasil pertanian yang kita miliki menjadi produk turunan lain. Produk olahannya ini Page 10 kemudian dijual dengan harga yang lebih tinggi. Potensi pendapatan yang diraih hingga 12 kali lipat dibanding sebelum diolah. Salah satu best practice yang disampaikan adalah fermentasi biji kakao. Fermentasi dilakukan dengan metode anaerob atau tanpa oksigen agar terjadi reaksi kimia dan biokimia. Media yang digunakan dalam proses fermentasi biji kakao adalah bambu. Fermentasi dengan menggunakan media bambu itu masih sangat jarang dilakukan dan masih menggunakan metode fermentasi yang biasa. Fermentasi biji kakao merupakan proses yang paling penting dalam pengolahan biji kakao, karena pada tahapan tersebut akan terbentuk aroma khas coklat pada biji kakao. Fermentasi akan mempermudah pengeringan dan menghancurkan lapisan pulp yang melekat pada biji.
Mahasiswa sangat antusias dengan materi yang dibawakan. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang dilontarkan pada saat sesi diskusi. Pada sesi penutup dilakukan penyerahan sertifikat kepada narasumber dan foto bersama sebagai kenang-kenangan.